Saturday, December 22, 2007

Selamat Ulang Tahun Ke-58, Kajut...

Hari ini, 23 Desember 2007, adalah hari ulang tahun ke-58 Kajut (panggilan untuk "nenek" dalam bahasa Baturaja, Sumatera Selatan) yaitu bundanya bunda Alif.

Beliau lahir di New York, alias Tanjung Baru, sebuah dusun kecil di daerah Ogan Komering Ulu. Sebagai anak perempuan bungsu dari dua bersaudara, Kajut menjadi putri kesayangan dari H. Tjikwan Juni dan Hj. Durroh (keduanya telah wafat tahun 1994) dan adik satu-satunya dari H. Sjarif Tjikwan.

Nama lengkap beliau Paula Masjidah, nama panggilannya Ida. Ceritanya, pada saat persalinan dibantu oleh suster Paula dan suster Renatta. Ibunya Kajut ingin memberi nama putrinya sama dengan nama para suster itu. Karena suster Renatta mengundurkan diri dari biara, maka nama suster Paula yang diambil.

Masa kecil hingga TK dihabiskan Kajut di Baturaja dan Palembang. Karena pekerjaan ayahnya sebagai pegawai negeri (sempat di Departemen Agama Semarang, lalu pensiun sebagai pegawai Departemen Agraria di Jakarta), Kajut beberapa kali berpindah tempat tinggal.

SR Melaten di Semarang adalah tempat Kajut menyelesaikan pendidikan setingkat sekolah dasar, lalu masuk SMPN 3 Semarang. Kelas 2 SMP, keluarga mereka pindah ke Jakarta sehingga Kajut menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMPN 40 Jakarta, Desember 1964.

Bulan Januari 1965, Kajut masuk SMAN 1 Budi Utomo, Jakarta. Tidak lama sesudahnya meletuslah pemberontakan G-30-S/PKI sehingga pendidikannya terhambat selama enam bulan dan secara nasional kenaikan kelas tahun berikutnya berlangsung pada bulan Juni 1966.

Mengagumkan sekali semangat orang tua beliau dalam menyetarakan pendidikan bagi anak perempuannya, tidak dibedakan dari anak lelaki. SMAN 1 Budi Utomo saat itu adalah sekolah menengah atas putra-putri kaum elit Jakarta, murid-muridnya di antaranya (teman sekolah Kajut di antaranya adalah Siti Hardiyanti Indra Rukmana). Padahal, saat itu ayahnya sudah pensiun dan mencari nafkah sebagai supir taksi gelap (dalam masa-masa sulit di awal Orde Baru), sementara ibunya menjadi penjahit pakaian.

Lulus SMA, Kajut melanjutkan pendidikan ke IKIP Jakarta, mengambil Jurusan Biologi, Fakultas Ilmu Eksakta. Sempat hampir diberangkatkan mengikuti job training ke Jepang, namun perubahan konstelasi politik di awal 1970an itu membuat keberangkatannya dibatalkan.

Tanggal 3 Februari 1974, Kajut menikah dengan Ninek (panggilan untuk "kakek" dalam bahasa Baturaja), seorang perwira TNI-AD lulusan AMN seangkatan dengan Jend. (Purn) Wiranto. Putri pertama mereka, yaitu bundanya Alif, lahir di Magelang saat Ninek sedang menjadi instruktur di AKABRI (salah satu tarunanya saat itu adalah Susilo Bambang Yudhoyono, sekarang Presiden RI).

Tante Rini lahir tanggal 1 April 1978, setahun kemudian mereka sekeluarga pindah ke Jambi, karena Ninek dipindah-tugaskan sebagai Wa Dan Yon 143/BS, KODAM IV Sriwijaya.

Awal tahun 1983, mereka pindah lagi ke Palembang karena tugas baru Ninek sebagai Ka JASDAM IV Sriwijaya, tidak beberapa lama kemudian Kajut melahirkan putra bungsunya.

Tahun demi tahun berlalu, tangis dan tawa silih berganti, suka dan duka datang dan pergi, Ninek telah wafat tanggal 21 Juni 2006 yang lalu. Kini Kajut menikmati hari tua dengan mengunjungi putri-putrinya yang semua telah menikah, seringnya sih tinggal bersama Alif di Kayumanis.

Selamat ulang tahun, ya Kajut...semoga panjang umur dan sehat selalu, semoga dilimpahi rezeki agar senantiasa bahagia. Amin...

4 comments:

  1. Met Ultah juga ya Kajut. Ngomong2 kuenya masih nyisa ga bos?...he...

    ReplyDelete
  2. Tanjung baru? Bukan itu daerah banyak rambutan dek jauh ndei pahlawan kemarung itu?
    Salam kenal

    ReplyDelete
  3. Jut... ini ar jeme baturaje tinggal di palembang, ponakannye wak nun selamat ulang tahun ke 59, 23 Desember 2008. Salam kami dari palembang

    ReplyDelete
  4. Hai Pa, tau dak kalu papa tu ngisi komentar yang lah kelamoan jadi dak katek lagi yang nak mbaconyo, Papa tu pasti salah, manggil kajut dengan 'bibik paula', kan kajut 'H.Judah' dulu, sepupu degan kajut Hj. Dorroh, bibik paulau kan lebih mudo dari ibu, dan tentu nya, samo 'desrinda manggilnya Adik' dan 'Alif pasti manggilnyo keponakan'. Nah mak itu usur-usurannya.

    ReplyDelete